Review “I Got A Boy” oleh Billboard!

Posted Image

Girls’ Generation tidak diragukan lagi adalah salah satu grup K-Pop yang mampu menggebrak dunia Internasional dengan kepopuleran mereka yang luar biasa di Korea dan juga mulai merambah mancanegara sperti Jepang dan AS.

Absen dalam jangka waktu yang cukup panjang bisa menjadi suatu kesalahan yang besar dalam dunia musik K-Pop yang berputar dengan sangat cepat, karena kepopuleran artis K-Pop sangat bergantung dengan adanya single-single top mereka yang muncul secara konstan. Tetapi hal ini tampaknya tidak berlaku bagi Girls’ Generation (atau SNSD), karena bisa dilihat kalau mereka masih sangat populer dan dicintai di Korea, walaupun kesembilan wanita ini tidak melakukan promosi secara domestik dalam jangka waktu yang cukup lama. Fanbase (SONEs) yang begitu mencintai mereka, terus membuat Girls’ Generation menjadi salah satu grup top di Korean — seperti saat sub-unit Girls’ Generation TTS tidak hanya mencatatkan sejarah di Billboard 200, tetapi juga menjadi hits di berbagai chart musik Korea.

“I Got a Boy” yang merupakan album full keempat mereka, menjadi sebuah comeback di kampung halaman mereka yang begitu luar biasa, dengan perpaduan dari berbagai elemen EDM, klasik dan modern R&B, 80′s new wave dan banyak lainnya. Album ini bisa memuaskan tidak hanya fans K-Pop, tetapi juga penikmat musik populer dari berbagai aliran.

 

Apa saja yang dibawakan oleh kesembilan wanita luar biasa ini pada comeback mereka setelah absen selama 14 bulan?

 

1. I Got a Boy
Lagu yang menjadi single utama di album terbaru ini pantas untuk mendapat perhatian dari banyak orang. “I Got a Boy” bukanlah sebuah lagu yang memiliki nada yang rapih dan tidak dikemas sebagai sebuah musik populer (tidak seperti single-single sebelumnya), lagu ini terdengar memiliki perpaduan dari 5 buah aliran musik yang berbeda. Lagunya perpaduan antara: suara drum dan bass minimal, suara musik elektronik yang funky dan clunky, hyper hipster dubstep, bagian vokal yang dramatis, dan juga ada terdengar suara xylophone. Kalau hanya melihat artikel ini seperti sebagai sesuatu yang aneh bukan? Tetapi kalau didengar tidak seperti itu. Lagu ini memiliki jeda konstan di setiap bagian dan berevolusi secara terus-menerus, terima kasih pada harmonisasi suara yang begitu luar biasa dari kesembilan member, sehingga menciptakan sebuah single musik pop yang paling modern yang pernah saya dengar di seluruh dunia. Dengan lagu ini pula, Girls’ Generation menciptakan standar yang sangat tinggi untuk musik pop di 2013.

2. Dancing Queen
“Dancing Queen” ini tadinya dipertimbangkan untuk menjadi single Girls’ Generation setahun yang lalu, yang nuansanya mirip dengan lagu hits mereka “Gee” (yang sebelumnya merupakan video musik K-Pop yang paling banyak ditonton di YouTube, sebelum “Gangnam Style”). Lagu ini merupakan remake dari lagu “Mercy” yang dibawakan oleh Duffy dan melakukan debut di tangga lagu K-Pop Hot 100 di No. 4 — tidak banyak grup yang mampu membawakan lagu yang telah berumur lebih dari lima tahun dan menjadikannya sebuah hit. Lagu ini sendiri membawa kesan nostalgia tersendiri pada ciri khas cute yang dimiliki oleh Girls’ Generation, sebelum mereka akhirnya merilis “I Got a Boy”. Langkah yang hebat, SNSD.

3. Baby Maybe
Lagu mid-tempo ini kelihatannya akan menjadi favorit dari SONEs. Bisa dibayangkan saat mereka dan fans saling bernyanyi bersama dengan harmoni suara yang luar biasa terutama bagian chorus “put your hands up if you feel like this.” Walaupun isi dari lirik lagu ini sebenarnya menceritakan tentang ketidakpercayaan pada pasangan yang dicintai, tetapi kita bisa membayangkan bagaimana SONEs akan ikut bernyanyi dengan SNSD saat konser mereka nantinya. Bagian cappella/tepuk tangan pada akhir lagu tersebut tentu menjadi penutup yang luar biasa dari lagu tersebut.

4. Talk Talk
Merupakan sebuah track yang agresif, memperdengarkan suara musik eletronik yang langsung menendang di awal lagu, sebelum akhirnya kita disuguhi dengan suara yang seksi dan juga manis pada bagian chorus, tentu mengingatkan kita pada lagu-lagu funky di era 90-an. Saat pertama kali mendengarnya, “Talk” terdengar sebagai sesuatu yang biasa saja, tetapi akhirnya pada bagian “Let’s talk talk about, talk talk about it boy”, menjadi tergiang-ngiang terus di telinga. Tentu menjadi lagu elektronik-pop yang enak dari mereka. Fans dari track ini bisa menemukan versi Jepang dari lagu ini pada album kedua di Jepang dengan judul “Boomerang”.

5. Promise
“Promise” adalah sebuah single ballad yang memiliki nuansa R&B 90-an yang bisa membuat pendengar non-Korea sedikit bosan. Tetapi bila para pendengar tersebut meluangkan sedikit waktu untuk mengartikan liriknya, mereka pasti akan mendapati lagu tersebut memiliki lirik yang serius (tentang sebuah sakit yang dirasakan di seluruh badan) dan juga cute (a pinky swear “promise to you”). Pada bagian chorus suara mereka bersembilan terdengar begitu indah, tetapi untuk komposisi musiknya sedikit kalah dari single ballad Jepang mereka “All My Love is For You”.

6. Express 999
Kalau Girls’ Generation memiliki langkah yang sedikit “aman” dengan berbagai musik K-Pop mainstream lainnya, “Express 999″ tentunya akan menjadi pilihan yang tepat. Track ini bisa dibilang merupakan campuran dari sebuah musik eletronik yang sporadis yang merupakan pengaruh dari new wave era 80-an, yang menitik beratkan pada suara sintetik yang agak mirip dengan Skrillex. Sebuah track yang terdengar catchy sejak pertama kali didengar.

7. Lost in Love
Drake dan Kelly Rowland telah membuat berbagai hits R&B dengan produkso R&B yang minimalis dari Noah “40″ Shebib dan Jim Jonsin. Girls’ Generation juga mengambil langkah yang sama, tetapi dengan tambahan irama dari piano yang memberikan keseimbangan antara mainstream pop dengan modern R&B yang dibawakan. Hasilnya adalah lagu ballad yang paling menarik di album ini, walau tidak se-catchy “Baby Maybe” ataupun “Promise”. Suara leader mereka, Taeyeon, yang memiliki vokal luar biasa begitu terdengar di lagu ini.

8. Look at Me
“Look at Me” adalah lagu yang paling bernuansa urban di album ini dengan diawali sebuah tribal beat yang terdengar seperti musik dari Bangladesh. Kemudian membawa pendengarnya seperti menaiki roller coaster, mulai dari rapping yang agresif ke bagian chorus yang energetic dan catchy. Track ini memiliki warna yang agak mirip dengan single Jepang mereka “Flower Power”.

9. XYZ
Pendengar lagu ini langsung disuguhi dengan suara elektro-rock yang bisa saja melebihi “The Beautiful People” dari Marily Manson. Makna metafora dari lagu ini yang menyatakan hubungan cinta mereka sejauh “ABC” dari “XYZ” terdengar sedikit berlebihan, tetapi lagu ini tetap memiliki irama yang cute — katanya lagu ini ditulis oleh Yuri dan Seohyun. Lagu futuristik pop ini sebenarnya dapat menjadi pilihan yang lebih aman mereka untuk comeback.

10. Romantic St.
Para fans tentunya terpukau dengan lagu ini yang sebenarnya dipakai sebagai salah satu background untuk video teaser dari “I Got a Boy”. Lagu ini sendiri tidak terdengar sebagai tipikal single Girls’ Generation sebelumnya, tetapi terdengar cocok untuk mereka. Seperti “Dancing Queen”, lagu ini menampilkan sisi yang lebih lembut dari seluruh member SNSD. Dengan produksi dan vokal yang tidak terlalu berat, lagu ini seperti versi Korea dari “Singin’ in the Rain”. Sebuah penutup yang begitu indah dari album keempat mereka yang membuktikan Girls’ Generation mampu mengejutkan dan menyenangkan dengan berbagai tipe maupun genre lagu yang disuguhkan pada mereka.

 

source: Billboard.com

bahasa: Schiffer@SNSDindo

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s